Deteksi Dini Kanker Payudara

DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA

Kanker payudara merupakan kanker yang sering dijumpai dalam masyarakat Indonesia dan menempati tempat ke dua terbanyak setelah kanker leher rahim.

Gejala Kanker payudara:

1. Adanya benjolan di payudara.

2. Keluar cairan yang tidak normal dari putting susu, cairan dapat berupa nanah, darah, cairan encer atau keluar air susu pada ibu yang tidak hamil atau tidak sedang menyusui.

3. Perubahan bentuk dan besarnya payudara.

4. Kulit, putting susu dan areola melekuk kedalam atau berkerut.

Faktor Resiko

1. Mendapat haid pertama pada umur < 10 th.

2. Mengalami mati haid setelah umur 50 th.

3. Tidak menikah.

4. Tidak pernah melahirkan anak.

5. Mehirkan anak sesudah umur 35 tahun.

6. Tidak pernah menyusui.

7. Pernah mengalami operasi payudara oleh karena kelainan jinak atau tumor ganas payudara.

8. Anggota keluarga ada yang menderita kanker.

Deteksi Dini Kanker Payudara

Kanker payudara pada tahap awal tidak menimbulkan gejala apapun, namun bersamaan dengan berkembangnya penyakit akan timbul gejala yang menyebabkan perubahan pada payudara. Untuk itu dianjurkan melakukan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan payudara sendiri ( SADARI), sangat penting dianjurkan kepada masyarakat karena hampir 86% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri.

PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)

Pemeriksaan payudara sendiri sebaiknya dilakukan sebulan sekali. Para wanita yang sedang haid sebaiknya melakukan pemeriksaan pada hari ke-5 sampai ke-7 setelah masa haid bermula, ketika payudara mereka sedang mengendur dan terasa lebih lunak.

Cara melakukan SADARI:

1. Mulailah dengan mengamati payudara di cermin dengan bahu lurus dan lengan di pinggang. Amati bentuk payudara, ukuran dan warna. Perubahan yang perlu diwaspadai adalah : berkerut, cekung kedalam, atau menonjol kedepan karena ada benjolan, puting tertarik kedalam, warna memerah, kasar dan sakit

2. Kemudian angkat kedua lengan untuk melihat apakah ada kelainan pada kedua payudara

3. Sementara masih didepan cermin, tekan puting apakah ada cairan yang keluar. ( bisa berupa cairan putih seperti susu, kuning atau malahan darah ).

4. Berbaringlah di atas permukaan yang keras. Saat melakukan pemeriksaan pada payudara kanan, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Kemudian letakkan lengan kanan di belakang kepala. Ratakan jari-jari tangan kiri pada payudara kanan, dan tekan secara lembut dengan gerakan memutar searah jarum jam. Mulailah pada bagian paling puncak dari payudara kanan. Setelah itu, pindahkan jari-jari Anda kira-kira 2 cm mendekati puting. Teruskan gerakan memutar seperti sebelumnya hingga seluruh bagian payudara, termasuk puting selesai diperiksa. Lakukan hal yang sama pada payudara sebelah kiri.

5. Terakhir, rasakan payudara anda ketika sedang berdiri atau duduk. Bagi kebanyakan wanita, paling mudah untuk merasakan payudaranya adalah ketika payudaranya sedang basah dan licin, sehingga paling cocok adalah ketika sedang mandi dibawah shower. Lakukan seperti pada langkah ke-4, dan yakinkan bahwa seluruh payudara sudah tercover oleh rabaan tangan.